Bimata

Pemerintah Kejar Target Rasio Wirausaha

BIMATA.ID, JAKARTA- Pemerintah menargetkan mencapai rasio kewirausahaan sebesar 3,9 persen pada 2024 mendatang. Adapun saat ini, rasio kewirausahaan RI baru sekitar 3,47 persen. Rasio lebih rendah ketimbang negara-negara ASEAN lainnya, seperti Singapura 8,76 persen, Thailand 8,76 persen, dan Malaysia 4,74 persen.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin mengatakan, membangun rasio wirausaha harus dimulai dengan meningkatkan produktifitas dan kualitas negara kerja.

“Ini jadi PR utama.Untuk menciptakan bisnis inklusif, kita harus dorong sumber daya manusianya,” kata Rudy dalam dalam webinar Sustainability Day Unilever Indonesia Foundation, Senin (23/11/2020).

Rudi menuturkan, ada 2 skema yang telah disiapkan pemerintah baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek, pemerintah melaunching program Kartu Prakerja. Kini, insentif Kartu Prakerja telah digulirkan untuk 5,6 juta orang. Program bahkan diperpanjang hingga tahun 2021 untuk pendaftaran gelombang ke-12. Adapun skema jangka panjang adalah dengan merevitalisasi pendidikan, khususnya pendidikan vokasi maupun sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

“Ini kita dorong sehingga meningkatkan produktifitas dan kompetensi dari SDM, khususnya SDM yang literasi digitalnya cukup bagus,” ucap Rudy.

Lalu untuk mengaktifkan peran industri dan swasta, pemerintah menyiapkan supertax deduction bagi industri yang terlibat dalam pengembangan vokasi. Apabila dunia usaha atau industri membantu SDM melalui berbagai program vokasi, misalnya program pemagangan, mendorong vokasi, dan lain-lain, pemerintah akan memberikan insentif tax deduction sebesar 200 persen. Lebih lanjut, pemerintah tengah menyusun pedoman pengembangan kewirausahaan nasional sebagai acuan atau payung dalam menjalankan model kewirausahaan.

“Jadi vokasi ini sangat bergantung pada dunia usaha dan industri. Lalu menumbuhkan wirausaha baru dan startup. Kita harapkan dengan kolaborasi antar pemerintah dan industri, rasio kewirausahawan 3,9 persen tahun 2024 bisa tercapai,” pungkasnya.

 

(Bagus)

Exit mobile version