BeritaEkonomiOpiniPertanian

Karena Covid-19, Aktivis Buruh Banting Setir ke Bidang Pertanian

BIMATA.ID, JAKARTA- Aktivis Rocky Oroh memilih banting setir ke bidang pertanian. Pria yang dikenal eksis melakukan demonstrasi terkait masalah buruh, rekam jejaknya terakhir sempat menjadi calon anggota legislatif Provinsi Sulut dari satu partai politik tahun 2019 lalu.

Pria ini juga sempat terjun ke dunia jurnalis TV, kepada wartawan membeberkan alasannya vakum dari dunia yang identik dengan banyak massa.

“Alasannya karena Covid-19. Sudah tidak bisa melakukan kegiatan mengumpulkan massa lebih dari 50 orang, sementara kalau unjuk rasa atau demo menghadirkan banyak massa,” kata Rocky kepada wartawan, Jumat (30/10/2020).

Pandemi Covid-19 melanda se-antero dunia termasuk negara Indonesia, di dalamnya Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Mengharuskan semua orang melaksanakan dan mengikuti protokol kesehatan, mulai dari pakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir dan menjaga jarak atau 3M.

Akibat pandemi covid-19 bukan hanyaa Rocky yang terdampak, dia hanya sebagian kecil dari begitu banyak elemen yang terdampak. Ada yang kehilangan pekerjaan, dirumahkan, pendapatan tidak secemerlang waktu belum Covid-19 hingga dampak lainnya.

Melihat kondisi ini, muncul pemikiran untuk banting setir dari aktivis menjadi petani. Bersama dengan kelompok tani Makatana Minahasa (Minaesa) Sulut, bekerja sama dukung program pemerintah dalam hal ini ketahanan pangan.

“Program utama kelompok tani Minaesa program utama di sektor pertanian, sudah mulai eksis di lahan seluas 5 hektare di wilayah Kumersot dan Girian Indah serta di Kelurahan Girian Bawah dan di samping Gasmindo Wangurer yang baru akan di garap,” jelasnya.

Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia petani milenial. Pihaknya langsung action menggarap lahan tidur yang ada di Kelurahan Girian Bawah, sambil berdoa dalam beberapa kedepan bisa turun hujan guna perlancar proses bertani.

Di kesempatan itu berlangsung penyerahan bantuan alat pertanian dari aktivis pertanian sekaligus pengusaha, Selamet menjadi teman relasi kelompok tani Minaesa Sulut. Selain itu pihaknya memperoleh bantuan dari Dinas Pertanian Provinsi Sulut.

Menurut Jefry Moningka penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bitung, di lokasi ini akan berlangsung uji coba lebih dulu karena lahan ini kurang pas untuk Jahe. Namun kelompok ini akan uji coba dengan perlakuan khusus sehingga akan cost yang berbeda alias naik.

Di lahan tidur seperti ini apalagi tanah timbun, kekurangannya air. Dan harus di tunjang dengan pupuk kandang dan kompos, untuk bantu jaga kestabilan air,” jelas Jefry.

 

(Bagus)

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close