Bimata

Fadli Zon: Yang Amburadul Itu Indonesia

BIMATA.ID, JAKARTA- Politisi senior Partai Gerindra, Fadli Zon menanggapi pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menyebut ‘Jakarta amburadul’.

Fadli Zon mengatakan bahwa Jakarta tidak amburadul, justru yang saat ini amburadul adalah Indonesia. Dia meminta pihak yang menilai Jakarta amburadul itu dapat melihat secara objektif. Pasalnya, yang dinilai amburadul itu Indonesia, terutama dalam soal pengelolaan ekonomi hingga pandemi Covid-19.

“Kita perlu obyektif dan jujur. Yang amburadul itu Indonesia. Terutama pengelolaan ekonomi dari utang hingga resesi, penanganan kesehatan dan pandemi dan sebagainya,” kata Fadli Zon melalui akun Twitter-nya (@fadlizon) pada Rabu, 11 November 2020.

Pria yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indoensia ini menyebut apabila Jakarta disebut amburadul, maka ungkapan itu tak tepat. Pasalnya Jakarta banyak meraih penghargaan baik dari tingkat nasional maupun Internasional.

“Kalau soal Jakarta, lumayan banyak kemajuan apalagi diganjar banyak penghargaan,” ujar Fadli Zon.

Megawati pernah mengatakan bahwa Jakarta menjadi amburadul. Hal itu terhadi, lantaran Jakarta tidak menerapkan konsep “Kota Mahasiswa” atau “City of Intellect” seperti yang dirumuskan oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Hal tersebut disampaikan oleh Megawati saat menjadi pembicara acara “Dialog Kebangsaan Pembudayaan Pancasila dan Peneguhan Kebangsaan Indonesia di Era Milenial” di UNJ pada Selasa, 10 November 2020, secara daring.

“Persoalannya, sekarang saya bilang Jakarta ini menjadi amburadul, karena seharusnya ‘City of Intellect‘ ini dapat dilakukan tata kotanya, masterplan-nya, dan lain sebagainya. Siapakah yang buat hal ini, tentunya para akademisi, insinyur, dan lain sebagainya,” kata Megawati.

Pada acara tersebut sebanyak tiga daerah yang dipimpin oleh kader PDIP menjadi penerima penghargaan sebagai “City of Intellect“.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan riset yang dilakukan oleh tim yang dipimpin Ketua Senat dan Guru Besar Universitas UNJ, Hafid Abbas. Ketiga daerah itu adalah Kota Semarang yang dipimpin Hendrar Prihadi, Kota Solo yang dipimpin FX Hadi Rudyatmo, dan Kota Surabaya yang dipimpin Tri Rismaharini.

 

(Bagus)

Exit mobile version