Bimata

Tingkatkan Kesejahteraan Pangan dengan Korporasi Petani

BIMATA.ID, SUKABUMI- Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) membangun korporasi petani seluas 1.000 hektar di Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Ini salah satu upaya kami meningkatkan kesejahteraan petani dan membangun kedaulatan pangan berbasis masyarakat,” kata Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika.

Korporasi Petani budidaya padi ini mengolaborasikan para pemangku kepentingan (stakeholders) sektor pertanian secara terintegrasi mulai dari on-farm (budidaya) hingga off-farm (pasca panen). Intani menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan para pelaku industri pertanian mulai dari sarana produksi pertanian, permodalan, pendampingan, produksi pasca panen, teknologi, hingga off-taker (pembeli hasil produksi). Penanaman perdana Korporasi Petani.

Kepala Pusat Penganekaragaman Pangan Kementerian Pertanian Yasid Taufik meyakini korporasi petani akan menjadikan produksi efisien serta kualitas dan kuantitas lebih baik, serta membangun skala ekonomi yang memadai.

“Dengan skala ekonomi petani akan sejahtera,” jelas Yasid.

Direktur Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama Waryono mengapresiasi korporasi petani Intani melibatkan pesantren sebagai hub dan penggerak masyarakat.

“Pesantren adalah penggerak pendidikan, sosial, dan ekonomi yang dapat menggerakan masyarakat,”ungkapnya.

Intani menggandeng perguruan tinggi melalui Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia untuk melakukan monitoring dan evaluasi korporasi petani,

“CSPS melakukan pemetaan, kajian, monitoring dan evaluasi hingga analisis SROI (social return on investment),” terang Guntur.

Intani adalah organisasi masyarakat yang bertujuan meningaktkan kesejahteraan petani dan kemandirian pertanian Indonesia. Anggotanya terdiri dari petani, pengusaha, akademisi, dan masyarakat yang peduli terhadap petani dan pertanian.

 

(Bagus)

Exit mobile version