Bimata

Sandi Masuk Bursa Caketum PPP, NCID: Gerindra Makin Seksi

BIMATA.ID, JAKARTA- Direktur Nurjaman Center Indonesia For Demokrasi (NCID) Jajat Nurjaman menilai Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) semakin seksi dan diminati.

Bukan hanya persoalan eksistensi dan keberpihakan kepada masyarakat akan tetapi tokoh-tokoh di Gerindra juga seperti sudah menjadi representasi sebagai tokoh nasional yang senantiasa menunjukkan prestasi cukup baik dikala menjadi oposisi maupun saat menjadi bagian dari pemerintah.

“Kabar soal Sandiaga Salahuddin Uno masuk bursa caketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menunjukkan stok sosok pemimpin di Gerindra banyak yang diminati partai lain,” kata Jajat, Selasa 27 Oktober 2020.

Jajat menilai, sebagai Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto membawa pengaruh besar dalam melahirkan sejumlah kader-kader potensial di partai berlambang kepala garuda ini.

“Sukses dengan Sandiaga Uno, Ahmad Muzani, Edhy Prabowo, Ariza Patria, Sufmi Dasco Ahmad, Sugiono, Fadli Zon, ini menandakan Prabowo Subianto tak hanya memiliki tangan dingin dalam membuat sebuah keputusan politik seperti halnya dalam menentukan Gubernur Jakarta beberapa waktu lalu, namun keahlian menghasilkan tokoh politisi lainnya tersebut hingga beredar kabar diminati partai lain adalah fakta yang tak bisa terbantahkan atas kesuksesannya menjadi ketua umum partai politik,”urainya

Menurut Jajat, hal ini merupakan sebuah prestasi yang patut diapresiasi, terbukti tempaan dan didikan pengkaderan yang dilakukan Prabowo mulai terlihat hasil, jika dulu Prabowo terlihat lebih banyak berada di Hambalang kediamannya, kini muncul kepermukaan dengan deretan tokoh-tokoh yang selama ini dekat dengannya ikut mengambil bagian pada kepemimpinan Jokowi di periode keduanya

Yang menarik apakah ini kedepan akan terjadi tsunami politisi muda yang muncul ke permukaan dengan gaya dan ideologi Prabowo? Atau kemunculan politisi gaya Prabowo akan prematur karena terbawa arus gaya politik lama? belum bisa dilihat karena saat ini memasuki era nya Prabowo dalam jabatan publik, Prabowo yang dulu diam di gunung dan sekarang jarang di gunung turut memborong turun hasil binaannya,” sambungnya.

 

(Usman/Bagus)

Exit mobile version