Bimata

KPU Sumbar Targetkan Logistik Untuk TPS Selesai Akhir November

BIMATA.ID, Sumbar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) terus mempersiapkan kebutuhan untuk pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Pengadaan logistik kebutuhan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) ditargetkan akan rampung pada akhir November.

Ketua KPU Provinsi Sumbar, Amnasmen mengungkapkan, ada 3 jenis kebutuhan logistik yang sedang disiapkan untuk hari pencoblosan. Terutama logistik protokol kesehatan untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini karena menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19.

“Jadi ada logistik untuk kesehatan, kita lakukan lelang pengadaan untuk Kabupaten, Kota, dan Provinsi,” ungkapnya, di Padang, Kamis (22/10/2020).

Amnasmen menguraikan, logistik lainnya adalah surat suara untuk pencoblosan. Saat ini masih dalam proses pelelangan dan terakhir logistik untuk kebutuhan di setiap TPS. Dalam minggu diperkirakan juga akan ada petunjuk teknis lebih lanjut tentang logistik dari KPU Republik Indonesia (RI).

Pada Pilkada Serentak 2020, ada peningkatan kebutuhan logistik karena adanya tambahan perlengkapan kesehatan, seperti handsanitizer, masker, sarung tangan sekali pakai, tempat cuci tangan, paku pencoblosan, dan lainnya.

Kemudian peningkatan lainnya, ada perbedaan proses penghitungan suara di TPS. Sebab, proses saat ini harus dilakukan sesuai standar protokol kesehatan.

Ada sejumlah perbedaan saat Pilkada tahun ini seperti digunakannya tinta tetes, bukan tinta celup seperti sebelumnya untuk menandakan bagi yang sudah mencoblos. Pemilih juga memakai sarung tangan plastik saat mencoblos di bilik suara.

“Logistik ini sudah siapkan sejak sekarang, awal November sudah kita tunjuk pemenang pengadaannya. Jadi, akhir November ini logistik sudah sampai ke kita,” urainya.

Amnasmen mengatakan, akan ada 12.582 TPS tersebar di Provinsi Sumbar. Setiap TPS akan ada tiga bilik pencoblosan dan dua kota suara. Kemudian ada juga bilik khusus bagi mereka yang memiliki suhu tubuh di atas 37,3 derajat celsius. Bilik khusus ini agar tidak bercampur dengan orang yang suhu tubuh normal.

“Kita juga akan melakukan simulasi, simulasi itu penting agar mengetahui secara real berapa kebutuhan kita di TPS, nanti akan tergambar di proses itu,” katanya.

[MBN]

Exit mobile version