RegionalBerita

Tak Dianjurkan Pakai Scuba Jeritan Produsen Masker Merugi

BIMATA.ID, Surabaya – Masker scuba tidak dianjurkan digunakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 Lantas bagaimana dampaknya bagi para pembuat masker scuba dengan adanya himbauan tersebut.

Sugik panggilan akrab pria asal Surabaya ini, menyayangkan terkait imbauan itu. Menurutnya, jika itu tidak dianjurkan maka pembuat atau produsen yang sudah terlanjur membuat ribuan masker itu harusnya juga diberikan saran. Apakah bisa tetap digunakan jika di double menjadi dua sampai tiga lapis.

“Itu sangat disayangkan. Orang Indonesia itu terkenal dengan kreativitas dan uletnya. Untuk menyiasati, itu kan bisa dijadikan tiga lapis. Kasihan mereka yang sudah menyetok banyak. Kalau saya tidak rugi di barang, cuma rugi di omzet saja, tidak ada pemasukan karena ter-cancel, gitu aja, kata Sugiharto saat dikonfirmasi media , Rabu (23/9/2020).

Sugik mengaku selama ada anjuran tidak memakai masker scuba, ia kehilangan penghasilan sekitar Rp 40 juta. Namun dia bisa memahami kebijakan itu demi kesehatan masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Harus diimbau untuk menambah lapisannya, sedangkan masker scuba sendiri ada berbagai jenis gramasinya atau tingkat kerapatannya berbeda-beda. Harusnya dikeluarkan standarnya juga, satu kain itu kerapatannya berapa. Misalnya seperti helm itu kan ada standar SNI-nya. Harusnya masker kain harus ada SNI-nya juga,” ungkap Sugik.

Bahkan saat ini, Sugik mengaku tengah mendapatkan tawaran dari salah satu Dinas Kesehatan di Jawa Timur untuk membuat masker tiga lapis dengan rincian bahan yang telah ditentukan.

ozie

Facebook Comments

Tulisan terkait

Bimata
Close