Bimata

Pemprov Jabar Akan Dorong Penguatan Sektor Pertanian dan Peternakan

BIMATA.ID, JAKARTA- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara simbolis menyerahkan bantuan puluhan ribu bibit ternak unggas, sapi, dan domba. Bibit dari UPTD Lingkup Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jabar Tahun 2020 untuk kelompok tani ternak se-Jabar.

Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) berujar, pertanian dan peternakan termasuk sektor yang tidak terdampak oleh pandemi global COVID-19 karena berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia.

Pemerintah Provinsi Jabar akan mendorong penguatan sektor pertanian dan peternakan, salah satunya melalui bantuan bibit ternak, demi ketahanan pangan di Jabar pascapandemi COVID-19.

“Kita menyerahkan bantuan hewan ternak (kepada kelompok tani ternak) untuk dikembangkan karena kita semangat bahwa pasca-COVID-19 ketahanan pangan akan menjadi unggulan di Jabar,” ujar Kang Emil.

Adapun rincian bantuan bibit ternak yang diberikan antara lain: (1) Bibit ternak unggas ayam sentul sebanyak 50 ribu ekor dari UPTD Balai Pengembangan Bibit dan Unggas Ternak Jatiwangi kepada 50 kelompok tani ternak; (2) 396 ekor bibit domba dari UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Garut kepada 12 kelompok tani ternak; (3) 48 ekor bibit sapi potong PO dari UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Sapi Potong Ciamis kepada enam kelompok tani ternak.

Lalu keempat, ada 12 ekor bibit sapi perah dari UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak dan Inseminasi Buatan Sapi Perah Cianjur kepada tiga kelompok tani ternak.

Sejumlah langkah antisipatif juga disiapkan dalam menghadapi pandemi ini, antara lain menjamin ketersediaan pangan, perbaikan distribusi dan sistem logistik pangan, serta penguatan cadangan pangan pemerintah dan lumbung pangan masyarakat.

“Strategi pengembangan pangan saat dan pasca-COVID-19 selain memastikan tetap berproduksi juga perlu diperhatikan pola konsumsi masyarakat dengan meningkatkan keberagaman pangan,” tambah Kang Emil.

Selain itu, Kang Emil mengatakan bahwa sejumlah lahan milik PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) dan Perum Perhutani juga akan dikonversi menjadi lahan pertanian dan peternakan yang bisa digarap oleh masyarakat.

“Kita masih impor telur, sapi dan lainnya, maka saya akan menambahkan program konversi lahan dari PTPN VIII dan Perhutani untuk kita jadikan ketahanan pangan,” tutur Kang Emil.

Pemda Provinsi Jabar juga terus mendorong upaya ketahanan pangan dengan memotivasi masyarakat perkotaan untuk menanam di pekarangan rumah atau urban framing.

Dalam acara penyerahan bantuan bibit ternak ini, Kementerian Pertanian Republik Indonesia juga menyerahkan bantuan kepada Jabar. Bantuan itu berupa pengembangan usaha tanaman masyarakat kepada 75 kelompok tani ternak, pekarangan pangan lestari kepada 302 kelompok tani ternak. Juga ada pengembangan industri pangan lokal kepada enam kelompok tani ternak, dan embung kepada tujuh kelompok tani ternak.

Muniron, salah seorang perwakilan kelompok sapi perah Mandiri Sejahtera Kabupaten Bogor, mengatakan bahwa bantuan bibit ternak diyakininya akan meningkatkan produksi ternak dan kesejahteraan petani.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Jabar yang telah memberikan kesempatan untuk beternak dan memeliharanya,” kata Muniron.

Saat ini, permintaan terhadap susu dan daging sapi tengah meningkat meskipun masih dalam situasi pandemi COVID-19.

“Sekarang justru banyak permintaan kepada kami sampai kewalahan dan kesejahteraan peternak juga saya rasa akan meningkat,” ujar Muniron dalam vicon dengan Gubernur Ridwan Kamil.

Exit mobile version