Bimata

Sufmi Dasco Dukung BLT Karyawan Bergaji di Bawah 5 Juta

BIMATA.ID, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sufmi Dasco Ahmad mendukung langkah Pemerintah untuk menggelontorkan bantuan langsung tunai (BLT) bagi karyawan yang bergaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Program yang dianggarkan sebesar Rp37,7 triliun bagi 15,7 juta orang ini, menurut Sufmi Dasco, perlu dilakukan agar bisa membuat ekonomi bergerak kembali.

“Kami pikir, program ini baik dan layak untuk didukung oleh semua pihak,” ujar Dasco dalam keterangan persnya, Kamis (13/8/2020).

Sufmi Dasco menuturkan program subsidi upah ini bertujuan meningkatkan penyerapan anggaran pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menggenjot kembali roda perekonomian dan menekan kontraksi ekonomi yang semakin dalam di kuartal III.

Pandemi Covid-19 ini tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan semata, tetapi juga berdampak pada sektor lainnya, terutama sektor perekonomian kita, baik secara nasional maupun global. Karena itu, pemerintah dituntut untuk memformulasikan kebijakan-kebijakan strategis yang dapat menekan laju penularan virus dan di saat bersamaan menggerakan roda ekonomi masyarakat.

Kendati demikian, politisi Partai Gerindra itu mengingatkan Pemerintah untuk tetap melakukan sosialisasi  dan pendataan secara masif kepada para pekerja dan buruh yang berhak menerima.

“Supaya dalam implementasinya nanti dapat dirasakan maanfaatnya oleh masyarakat dengan baik dan optimal,” imbuh Dasco.

Sebelumnya, pemerintah menaikkan anggaran insentif untuk pekerja yang semula sebesar Rp31,2 triliun bertambah menjadi Rp37,7 triliun. Jumlah calon penerima juga bertambah menjadi 15.725.232 pekerja yang semula 13.870.496 orang.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah menjelaskan, program insentif ini akan diberikan langsung kepada para pekerja dengan skema dikirimkan melalui rekening masing-masing pekerja. Calon penerima dijaring melalui data pengusaha yang sudah mendaftarkan pekerjanya untuk menjadi peserta BP Jamsostek per 30 Juni 2020.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengungkapkan alasan penambahan penerima sesuai dengan jumlah peserta BP Jamsostek yang terdata memiliki gaji di bawah Rp5 juta.

“Karyawan yang akan mendapat subsidi adalah para pekerja non-ASN,” jelas dia.

Exit mobile version