EnergiBeritaBisnisEkonomiInternasionalNasionalOpiniPolitikRegional

Rusia Akan Bangun PLTN Pertama di RI

BIMATA.ID, JAKARTA- Pemerintah Federasi Rusia berencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama di Indonesia. Rencana itu diungkapkan Duta Besar luar biasa dan berkuasa penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Mohamad Wahid Supriyadi.

“Rosatom (perusahaan nuklir milik pemerintah Rusia) sudah menyusun proposal secara perinci perihal pendirian PLTN pertama di Indonesia. Dan kami sudah mengirimkannya … karena akan ditangani oleh berbagai kementerian di Indonesia,” ujar Wahid.

Menurut dia, sudah ada provinsi yang siap menjadi lokasi pembangunan PLTN itu. Provinsi itu adalah Kalimantan Barat (Kalbar).

“Setidaknya ada satu provinsi, Kalimantan Barat, yang siap menjadi ‘tuan rumah’ PLTN pertama. Gubernur (Gubernur Kalbar Sutarmidji) telah menyatakan kalau mereka siap,” kata Wahid.

Lebih lanjut, Ia mengklaim saat ini diskusi antara Rosatom dan pejabat di Jakarta masih berlangsung, meskipun ada gangguan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

“Ada beberapa kendala akibat virus corona penyebab Covid-19 sehingga setiap pertemuan personel tidak mungkin dilakukan hingga pandemi berakhir. Tetapi proses ini masih terus berlanjut,” ujar Wahid.

Keberadaan PLTN di tanah air memang masih menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Kendati demikian, wacana untuk mendorong penggunaan energi nuklir sebagai bagian dari pengembangan energi nasional terus disuarakan.

“Ini sudah berkembang pesat. Image kita masih belum berani, melihat kecelakaan di Fukushima, di Chernobyl. Saya pikir luar biasa sekarang PLTN,” kata Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat Kurtubi.

“Perencanaan pembangunan PLTN itu lama harus dimulai sekarang Pak Menteri! Ini DEN (Dewan Energi Nasional) juga. Halo, halo DEN kalian nggak dengar aspirasi rakyat ini, masuknya nuklir kapan ini, kami banyak fraksi mendorong ini,” lanjutnya.

 

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close