Bimata

DEN : Ketahanan Energi Indonesia Berstatus ‘Tahan’

BIMATA.ID, JAKARTA- Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto mengatakan penilaian indikator ini berdasarkan empat aspek utama, yaitu availability (ketersediaan), accessibility (kemudahan), affordibility (jangkauan), dan acceptability (penerimaan). Selain itu, juga mempertimbangkan jenis energi yang digunakan publik, infrastruktur, tingkat pemanfaatan energi dan lingkungan hidup.

“Alhamdulillah skala kita berada di tingkat kondisi [ketahanan energi] yang Tahan [baik]. Skor kita ada di angka 6,44,” kata Djoko

Pengukuran indeks ketahanan energi menggunakan metode berbasis Analytical Hierarchy Process (AHP). Ada beberapa metode dalam mengukur indeks ketahanan energi.

“Salah satu yang digunakan adalah AHP melalui software expert choice berdasarkan masukan dari para ahli [energi],” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan dalam skala tersebut menunjukkan nilai 8 – 10 merupakan tingkat kondisi sangat tahan, nilai 6 – 7,99 tingkat kondisi tahan, nilai 4 – 5,99 kondisi kurang tahan. Sementara untuk rentan tahan berada di angka 2 – 3,99 dan sangat rentan di angka 0 – 1,99.

Hasil ini menunjukkan perkembangan indeks ketahanan energi Indonesia menunjukkan adanya kecenderungan meningkat dan menuju ke tingkat kondisi yang sangat tahan. Dari tahun ke tahun skor ketahanan energi ini terus meningkat dari tahun 2016 (6,38), tahun 2017 (6,40) dan 2018 (6,44).

Exit mobile version