Bimata

Sepeda Laris Diburu Orang Tua Siswa Jelang Tahun Ajaran Baru

BIMATA.ID, Banyumas – Tahun ajaran baru jadi berkah tersendiri bagi para pedagang perlengkapan sekolah. Para orang tua berbondong-bondong menyerbu pasar atau toko untuk berburu perlengkapan sekolah, mulai pakaian seragam, alat tulis, tas, hingga sepatu. Tetapi di luar itu, perlengkapan lain yang tak kalah laris dibeli orang tua adalah sepeda bekas.

Di desa-desa di Kecamatan Cilongok, sepeda masih menjadi moda transportasi andalan para siswa menuju sekolah. Setiap menjelang ajaran baru, kendaraan ramah lingkungan ini selalu laris dibeli para orang tua yang ingin memanjakan anaknya.

Tetapi harga sepeda bekas jauh lebih murah hingga separuh harga di banding edisi barunya. Sebuah sepeda gunung ukuran tanggung di pasar ini misalnya, hanya ditawarkan Rp 700 ribu. Padahal, sepeda baru di toko dengan merek dan ukuran sama bisa dihargai Rp 1,2 juta.

“Saya dapat ini harganya Rp 700 ribu,” kata Darsono (40), pembeli asal Desa Banjarsari, Ajibarang,Rabu. (24/6/2020).

Darsono membelikan sepeda bekas untuk anaknya yang masih bersekolah SD. Dia tertarik dengan cerita tetangga yang menyebut lebih memilih sepeda bekas karena lebih murah. Ia Pun tertarik, dan memilih membeli sepeda bekas lantaran harganya yang pas di kantong.

“Tidak mampu beli sepeda baru. Mending bekas yang penting bisa buat sekolah anak saat nanti sudah masuk sekolah dan berolahraga yang sedang trend sekarang ini,” katanya.

Konsumen sepeda bekas di Pasar Cilongok, Banyumas ini bukan hanya masyarakat dalam kecamatan, namun juga warga luar kecamatan yang mengetahui keberadaan pasar itu. Di tempat ini, pedagang dan pembeli bebas tawar menawar hingga dicapai kesepakatan harga.

Berbeda dengan toko modern yang rata-rata memasang harga mati untuk setiap produk yang dijual. Pembeli juga bisa menjajal sepeda itu untuk mencari yang pas di tunggangan.

Peningkatan permintaan sepeda bekas ini diakui oleh pedagang sepeda bekas, Taryono warga Ajibarang.

Dia mengaku penjualan sepedanya naik 50 persen dari biasanya menjelang tahun ajaran baru ini. Dia menjual sepeda dengan harga bervariasi, tergantung kualitas dan ukuran. Untuk sepeda mini, harga dibanderol antara Rp 125 ribu hingga Rp 300 ribu. Sedangkan sepeda ukuran tanggung atau sepeda gunung dijual lebih dari harga itu.

“Sehari bisa jual sampai lima sepeda. Apalagi sekarang sedang marak bersepeda, jadi alhamdulillah meningkat,” kata dia.

Sumber : FAJAR

Exit mobile version