BeritaTravel

Kunjungan Wisata ke Maladewa Akan Lebih Mahal Setelah Pandemi

BIMATA.ID, Jakarta- Maladewa telah membuka kembali pariwisata mereka. tetapi akibat upaya pencegahan penyebaran Covid-19, para wisatawan dari luar harus rela merogoh kantong  dalam-dalam.

Biaya kunjungan wisata ke Maladewa menjadi lebih mahal setelah pandemi Covid-19. Ini karena wisatawan harus dikarantina minimal 14 hari dan wajib menjalani pengujian kesehatan pada saat kedatangan, dilansir dari Travel and Leisure.

Meski begitu, Maladewa memang sudah terkenal sebagai salah satu negara tujuan liburan paling mahal di dunia. Dengan kondisi semacam ini, tentu saja kunjungan wisata ke negara itu akan semakin mahal berkali-kali lipat.

Bayar Lebih Mahal Untuk Tes Kesehatan Dan Karantina

Kementerian Pariwisata Republik Maladewa sedang mempertimbangkan pembukaan kembali pariwisata internasional paling cepat 1 Juli. Akan tetapi pemerintah negara itu akan membuat beberapa peraturan bagi wisatawan internasional.

Aturan yang paling utama adalah wisatawan diminta memesan liburan di Maladewa tidak lebih dari 14 hari.

Menteri Pariwisata Maladewa, Ali Wahed mengatakan potensi rencana tersebut akan segera diberlakukan. Menurutnya wisatawan yang rela menghabiskan dua minggu di Maladewa harus mengajukan permohonan visa turis sebelum kunjungan mereka yang akan menelan biaya sebesar US$100, setara Rp1,4 juta.

Selain itu, wisatawan juga harus membeli asuransi perjalanan untuk mereka sendiri. Juga harus menyerahkan surat kesehatan yang menyatakan negatif Covid-19 sepekan sebelum kedatangan.

Ketika tiba di Maladewa, mereka harus membayar US$100 lagi untuk tes lain. Kemudian mereka akan dikarantina di sebuah hotel sampai hasil tes keluar, yaitu memakan waktu antara tiga sampai 12 hari.

Hotel Dirancang Untuk Karantina Wisatawan

Terdapat kurang lebih 200 pulau untuk wisatawan di seluruh Maladewa yang sebagian besar ditutup karena pandemi. Sedangkan 26 resor yang berisi 3.000 kamar telah dirancang ulang oleh Pemerintah Maladewa untuk karantina para wisatawan.

Sementara 10 resor akan menampung wisatawan asing yang akan menetap lebih lama di Maladewa karena percaya di sana lebih aman daripada pulang ke negara asal.

Diketahui sebelumnya, Maladewa telah ditutup bagi para wisatawan luar negeri sejak 27 Maret 2020. Dampaknya adalah sektor ekonomi dan pariwisata di Maladewa yang anjlok, mengingat perekonomian Maladewa bergantung pada sektor wisata.

Tetapi, jikapun Maladewa tetap dibuka kembali pada musim panas, orang Amerika juga tidak bakal mengunjunginya. Karena Maladewa menutup wisatawan dari 12 negara termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan China.

Sementara ini pemerintah Maladewa membuka kembali lalu lintas wisata dari Asia. Sementara dari negara-negara Eropa, akan disambut pada Oktober atau November 2020 nanti. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penularan virus Covid-19 dari negara-negara yang berpotensi tinggi membawa penularan.

Selama kasus wabah Covid-19, Maladewa telah melaporkan kasus positif Covid-19 sejumlah 1.457 yang terkonfirmasi dan 5 orang meninggal dunia.

Editor : FID

Sumber TraverView

 

 

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close