Bimata

Ini Sejarah! Nilai Tukar Petani dan Nelayan Jadi Indikator Pembangunan

Heri Gunawan
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra

BIMATA.ID, OPINI –– Pemerintah dan Komisi XI DPR RI baru saja menyepakati besaran Asumsi Dasar Ekonomi Makro dan Target Pembangunan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan
Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun 2021, dalam rapat kerja pada Selasa (23/6/2020).

Ada yang baru dalam kesepakatan tersebut, yaitu dimasukkannya Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebagai Indikator Pembangunan ke dalam Asumsi Dasar Ekonomi Makro dan Target Pembangunan untuk mendesain RAPBN 2021.

Ini merupakan yang pertama dalam sejarah dimasukannya indikator itu ke dalam pembahasan asumsi.

Dalam rapat kemarin, pemerintah dan Komisi XI menyepakati beberapa asumsi sebagai berikut:

ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO
1. Pertumbuhan Ekonomi (%, YoY) 4,5 – 5,5
2. Inflasi (%, YoY) 2,0 – 4,0
3. Nilai Tukar Rupiah (IDR/USD) 13.700 – 14.900
4. Suku Bunga SBN 10 Tahun (%) 6,29 – 8,29

TARGET PEMBANGUNAN
5. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 7,7 – 9,1
6. Tingkat Kemiskinan (%) 9,2 – 9,7
7. Gini Rasio (indeks) 0,377 – 0,379
8. IPM (indeks) 72,78 – 72,95

INDIKATOR PEMBANGUNAN
1. Nilai Tukar Petani (NTP) 102 – 104
2. Nilai Tukar Nelayan (NTN) 102 – 104

Dengan menjadikan NTP dan NTN sebagai indikator pembangunan dalam asumsi makro penyusunan RAPBN 2021, maka pemerintah berkewajiban meningkatkan NTP dan NTN tersebut di masa yang akan datang. Hal ini penting mengingat petani dan nelayan merupakan bagian besar pekerjaan masyarakat kita.

Fokus pembangunan akan membantu Indonesia dalam relasi ekonomi dengan negara-negara lain. Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil sumber daya alam yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, Luas total wilayah Indonesia adalah 7,81 juta km2 yang terdiri dari 2,01 juta km2 daratan, 3,25 juta km2 lautan, dan 2,55 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Merupakan suatu Negara dengan luas perairan lebih besar dari pada luas daratan, yang menetapkan bahwa negara kita adalah negara agraris juga sebagai negara maritim

Sektor Pertanian di Indonesia saat ini masih menjadi ruang untuk rakyat kecil, sekitar 60% dari jumlah masyarakat kita bekerja di sektor pertanian, yang kemudian menjadi salah satu sektor riil yang memiliki peran sangat nyata, sehingga menjadi kekuatan ekonomi di Indonesia.

Setiap upaya pembangunan harus di arahkan pada peningkatan produksi pangan domestik agar ke bergantungan pada impor makin berkurang.

Pembangunan nasional harus mengedepankan penguatan pengelolaan sumber daya lokal. Sektor perikanan dan pertanian mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan nasional. Sudah selayaknya Indonesia harus unggul dengan komoditas perikanan dan pertanian sebagai basis utama masyarakat Indonesia.

Nilai Tukar Petani per April 2020

NTP nasional April 2020 sebesar 100,32 atau turun 1,73 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani turun sebesar 1,64 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,10 persen.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

NTP merupakan indikator proxy kesejahteraan petani, merupakan perbandingan antara Indeks harga yang diterima petani dengan Indeks harga yang dibayar petani.

NTP > 100, berarti petani mengalami surplus. Harga produksi naik lebih besar dari kenaikan harga konsumsinya. Pendapatan petani naik lebih besar dari pengeluarannya.

NTP = 100, berarti petani mengalami impas. Kenaikan/penurunan harga produksinya sama dengan persentase kenaikan/penurunan harga barang konsumsi. Pendapatan petani sama dengan pengeluarannya.

NTP< 100, berarti petani mengalami defisit. Kenaikan harga produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga barang konsumsinya. Pendapatan petani turun, lebih kecil dari pengeluarannya.

Angka NTP menunjukkan tingkat daya saing produk pertanian dibandingkan dengan produk lain. Atas dasar ini upaya produk spesialisasi dan peningkatan kualitas produk pertanian dapat dilakukan, untuk mengukur kemampuan tukar produk yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam produksi dan konsumsi rumah tangga.

Nilai Tukar Nelayan (NTN) adalah rasio antara indeks harga yang diterima nelayan dengan indeks harga yang dibayar nelayan dinyatakan dalam persentase.

Secara konsepsional, NTN pengukur kemampuan tukar produk perikanan tangkap yang dihasilkan nelayan dengan barang atau jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga nelayan dan keperluan mereka dalam menghasilkan produk perikanan tangkap.

Exit mobile version