Bimata

DBD Telah Menginfeksi 68.753 Orang Dengan 446 Kematian

BIMATA.ID, Jakarta – Di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang telah menginfeksi puluhan ribu orang di Indonesia dan ribuan kematian, kasus demam berdarah dengue ( DBD ) tak kalah mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan sejak awal 2020 hingga 21 Juni, sebanyak 68.753 orang telah terinfeksi DBD, dan menewaskan 446 orang.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemkes, dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, ada yang berbeda dari tren penyebaran DBD tahun ini. Di tahun-tahun sebelumnya puncak kasus biasanya terjadi di bulan Maret. Sementara di tahun ini, penambahan kasus baru cukup tinggi terjadi hingga bulan Juni.

“Sampai Juni kami masih menemukan kasus DBD cukup banyak. Kami menemukan antara 100 sampai 500 kaus per hari,” kata Nadia dalam teleconference Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di Graha BNPB, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Menurut Nadia, seluruh provinsi melaporkan terjadi kasus DBD. Sebanyak 11 provinsi dengan jumlah kasus DBD tertinggi, yaitu Jawa Barat dengan total kasus 10.594, Bali 8.930, NTT 5.432, Jawa Timur 5.104 , dan Lampung 4.983, NTB 3.796, DKI Jakarta 3.628, Jawa Tengah 2.846, Yogyakarta 2.720, Riau 2.143, dan Sulawesi Selatan 2.100.

Sementara lima provinsi yang melaporkan jumlah kematian tertinggi, yaitu Jawa Barat 87 orang, NTT 55 orang, Jawa Timur 51 orang, Jawa Tengah 42 orang, dan Lampung 22 orang.

Nadia menambahkan, DBD awal diketahui ada di Indonesia tahun 1968. Pada waktu itu, kondisinya sama seperti dengan Covid-19 saat ini di mana angka kesakitan maupun kematiannya mencapai 50 persen. Sekarang, angka tersebut sudah berhasil diturunkan. Angka kematian bahkan berkurang hingga di bawah 1 persen, dan ditargetkan tidak ada lagi kematian.

Sementara angka kesakitan masih fluktuatif. Indonesia pernah mengalami kejadian luar biasa DBD di tahun 2016 dengan angka kesakitan mencapai 80.000. “Tadinya kita bisa turunkan di bawah 20 persen, dan saat ini harus terus dipertahankan. Jangan kejadian di 2016 terulang lagi,” kata Nadia.

Sumber : Beritasatu

Exit mobile version