Bimata

Mall Dibuka Kembali, Sejumlah Emitan Properti Optimis Perbaiki Kinerja

BIMATA.ID, JAKARTA- Sejumlah emiten properti optimistis dapat memperbaiki kinerjanya pada sisa tahun ini seiring dengan pengoperasian kembali pusat perbelanjaan di Jakarta pada Senin (15/6/2020).

Wakil Direktur Utama PT Metropolitan Kentjana Tbk. Jeffri Tanudjaja mengatakan bahwa pembukaan kembali mall tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan ke depan.

Apalagi kontribusi pendapatan berulang dari segmen itu menyumbang sebesar 70 persen dari pada total pendapatan perseroan.

Dia menjelaskan mall yang dikelola perseroan seperti, Pondok Indah Mall dan Puri Indah Mall siap beroperasi kembali pada hari esok dan telah mempersiapkan beberapa protokol khusus untuk mengantisipasi penyebaran virus.

Emiten berkode saham MKPI itu juga meyakini pembukaan mall akan memperbaiki okupansi mal. Adapun, Jeffri mengaku selama ini okupansi Pondok Indah Mall mendekati 100 persen.

“Rencana semua tenant buka, kecuali yang memang belum boleh buka, seperti bioskop, fitness, dan permainan anak-anak. [Proyeksi pemulihan pendapatan] nanti kami akan lihat lagi, bagaimana reaksi pengunjung dengan dibukanya mall,” papar Jeffri, Minggu (14/6/2020).

Direktur PT Pakuwon Jati Tbk. Minarto Basuki mengatakan bahwa pembukaan kembali mal akan berdampak positif terhadap pemulihan kinerja perseroan, meski secara bertahap karena beberapa tenant yang belum mendapatkan izin untuk kembali beroperasi oleh pemerintah.

Dengan dibukanya kembali mall, Minarto berharap tingkat kunjungan dan konsumsi dapat pulih. Apalagi, secara makro Indonesia diuntungkan dengan besarnya konsumsi yang berkontribusi lebih dari 50 persen dari PDB Indonesia dan usia penduduk produktif yg besar.

“Walau memang tetap perlu waktu untuk pulih, kedua faktor menjadi bekal kami untuk tetap optimis terhadap prospek pemulihan ke depan,” ujar Minarto.

Pemilik mall Gandaria City dan Kota Kasablanka itu membukukan laba bersih senilai Rp2,71 triliun pada 2019 atau naik 6,96 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang senilai Rp2,54 triliun.

Naiknya laba bersih ikut ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar 1,72 persen menjadi Rp7,20 triliun. Sebesar 51 persen pendapatan berasal dari recurring income dan 49 persen adalah development revenue.

Emiten berkode saham PWON itu mengaku secara konsisten akan menerapkan strategi perseroan untuk tumbuh dengan komposisi pendapatan yang berimbang antara pendapatan berulang dan pendapatan pengembangan.

Exit mobile version