Bimata

Bek Legendaris MU Tidak Ragu Bertaruh untuk Tembakan Paul Scholes

BIMATA.ID, Jakarta- Rio Ferdinand sudah bermain dengan banyak pemain hebat sepanjang kariernya. Sebagian dari mereka meninggalkan kesan mendalam bagi mantan pemain Manchester United (MU) tersebut.

Bila diurutkan, mega bintang Cristiano Ronaldo berada di posisi teratas sebagai pemain terbaik yang dianggap Ferdinand pernah setim dengannya. Ya, keduanya memang pernah sama-sama memperkuat MU dan meraih sederet trofi baik di level domestik maupun di pentas internasional.

Selama enam musim memperkuat MU, Ronaldo yang pernah meraih 3 gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions. Dan sebelum hengkang ke Real Madrid, Ronaldo menorehkan 118 gol.

Ferdinand sendiri memperkuat MU dua kali lebih lama dari Ronaldo. Pemain asal Inggris itu berseragam Setan Merah sejak 2002 hingga 2014. Bersama MU, Ferdinand meraih enam gelar Premier League.

Setelah Ronaldo, Ferdinand juga sangat mengagumi Paul Shcoles. Keduanya sama-sama pernah satu tim saat memperkuat MU maupun Timnas Inggris. Selain kelincahan dan kejelian dalam membaca ruang yang dimiliki, Shcoles menurut Ferdinand punya tembakan yang sangat akurat.

“Jika saya harus mempertaruhkan uang terakhir saya dan harus memasang taruhan bagi pemain dalam menembak sasaran dari sudut manapun di lapangan, maka dia adalah orang yang akan saya dukung. Seperti punya radar, kakinya edan,” kata Rio dalam wawancara live Instagram bersama Arco Academy.

Tentu saja, sebelum nama Scholes, Ferdinand lebih dulu menyebut nama Ronaldo saat ditanya pemain terbaik yang pernah menjadi rekan setimnya. “Tapi Paul Scholes juga pemain edan,” ujarnya

Scholes seperti diketahui merupakan bagian dari generasi emas MU, Class of 92. Bersama David Beckham, Ryan Giggs, Gary Neville, Phill Neville, dan Nicky Butt, mereka berhasil menghadirkan kejayaan di MU bersama manajer karismatik, sir Alex Ferguson.

Shcoles mulai memperkuat MU pada 1993 dan hingga 2013. Selama memperkuat MU, Shcoles memenangkan 11 gelar Premier League dan 2 gelar Liga Champions Eropa. Dia juga sempat menjadi andalan lini tengah Timnas Inggris. Namun banyak yang menganggap keputusan Scholes meninggalkan Three Lions pada 2004 lalu terlalu cepat.

Ferdinand sependapat dengan itu. “Ya tentu saja, tapi itu terjadi karena dia tidak dimainkan di posisi aslinya,” ujar Ferdinand saat ditanya apakah Shcoles terlalu cepat meninggalkan Timnas.

Dalam wawancara tersebut, Ferdinand juga mengungkapkan duel tersulit yang pernah dihadapinya serta penyerang tangguh yang menyulitkannya.

“Ada tiga orang. Ketika saya bermain untuk Leeds di semifinal melawan Valencia, salah satu tim terbaik yang pernah saya hadapi. Mereka punya Mendieta, Baraja, Ayala, Sanchez. Mereka tim hebat dan mengalahkan kami 3-0.”

Editor : FID

Liputan6

Exit mobile version