EkonomiBisnisEnergi

Penundaan Proyek PLTU Rugi 209,6 Triliun

BIMATA.ID, JAKARTA- Peneliti Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Adila Isfandiari, menyebut estimasi kerugian akibat penundaan kontruksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara di Indonesia mencapai Rp 209,6 triliun. Penundaan tersebut terjadi akibat pandemic Corona covid-19.

“Per 8 Maret kemarin ada 12 PLTU yang sedang dibangun yang telah menyampaikan notifikasi force majeure atau indikasi akan terdampak covid-19 sendiri, global energi telah menghitung estimasi kerugiannya sekitar 209,6 triliun akibat penundaan pembangunan ini,” kata Adila

Penundaan tersebut dikarenakan adanya pembatasan perjalanan dan pergerakan antara negara-negara dunia, misalnya keterlambatan pengiriman impor bahan baku komponen PLTU.

“Jadi untuk PLTU Indonesia sendiri Tingkat Komponen dalam negeri (TKDN) kita masih rendah diangka 17,1 persen, dengan kata lain 60 persen dari komponen bahan baku PLTU sendiri di impor,” ujarnya.

Sehingga ketika ada pembatasan perjalanan, menyebabkan ada keterlambatan bahan bakunya sampai. Selanjutnya, produksi dunia sedang melambat akibat pandemi ini, dan juga adanya pembatasan perjalanan dari negara investor. Karena investor paling banyak dari Cina, Jepang, korea Selatan.

“Biasanya mereka membawa tenaga ahli untuk mengerjakan proyek tersebut, karena adanya pembatasan perjalanan sehingga tenaga kerjanya tidak bisa dikirim ke Indonesia,” ujarnya.

Sumber :liputan6.com

Editor :ZBP

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close