Regional

266 Orang Kasus Kematian Akibat DBD

BIMATA.ID, Jakarta-Wabah virus corona baru (Covid-19) terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, virus corona bukan satu-satunya yang menjadi ancaman masyarakat saat ini.

Kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) masih meningkat. Korban meninggal terbanyak di luar pulau Jawa.

“Total kasus yang meninggal sebanyak 266 orang hingga kemarin (Selasa, 14 April 2020),” kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, kepada wartawan, Rabu, 15 April 2020.

Nadia menuturkan jumlah korban terbanyak di Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 48 orang. Korban meninggal di Jawa Barat 33 orang dan Jawa Timur 26 orang.

“DKI Jakarta sejauh ini belum ada korban jiwa,” ujar Nadia.

Jumlah kasus juga masih bertambah menjadi 41.883 orang. Sebaran terbanyak berada di Jawa Barat dengan 6.337 kasus, NTT 4.679 kasus, dan Lampung 3.972 kasus.

“Jumlah kasus di DKI Jakarta sebanyak 2.057 kasus, satu peringkat di bawah Bali dengan 2.173 kasus,” tutur Nadia.

Nadia menuturkan Kementerian Kesehatan dan DPR sepakat penanganan DBD sama pentingnya dengan penanganan virus korona (covid-19). Dia menyebut Komisi IX juga bakal memastikan penanganan DBD dan Tuberculosis (TBC) tetap mendapat perhatian.

Pemerintah mengingatkan masyarakat tidak mengabaikan penyakit DBD di tengah pandemi virus korona. DBD bisa menjadi penyakit pemberat jika seseorang terinfeksi virus korona.

“Kita harus waspadai betul musim pancaroba penyakit DBD sering jadi sangat buruk jika disertai covid-19,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona (covid-19) Achmad Yurianto dalam telekonferensi di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Selasa, 14 April 2020.

Dia mengimbau masyarakat menyadari tingkat penyebaran korona masih tinggi, apalagi ditambah dengan penyakit lain. “Bersama-sama sadar ada faktor pemberat sehingga (jumlah pasien meninggal) bertambah,” ujarnya

Medcom/Ozie

Facebook Comments

Tulisan terkait

Bimata
Close