Bimata

Bursa Saham Merosot, Sektor Properti Akan Naik

BIMATA.ID, Jakarta– Bursa saham global dalam 2 bulan pertama di tahun 2020 ini banyak yang mengalami kemerosotan Tidak terkecuali IHSG yang yang sampai akhir Februari telah tergerus 13,4%, terhitung dari pembukaan pasar awal tahun. kabarnya banyak investor memang ke luar dari pasar modal dan memilih likuiditas sebagai bentuk pengamanan risiko.

Sebagian lagi memburu investasi pada safe haven assets, seperti emas dan mata uang yen Jepang. Ada juga yang menaruh investasinya pada mata uang US Dollar. Di dalam negeri, ada terdengar kabar dari para pengembang bahwa banyak juga investor yang mencairkan dananya di reksadana dan mengalihkan investasinya pada properti.

Dalam tahun-tahun terakhir ini pun, saat industri properti cenderung lesu, segmen perumahan bersubsidi dan kecil tetap menggeliat karena di situ memang ada real demand untuk kebutuhan rumah tinggal pertama.

Pembangunan infrastruktur yang digencarkan pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi memiliki dampak positif terhadap pengembangan properti. Di antaranya, pembangunan MRT dan LRT yang memberikan peluang pembangunan dengan konsep TOD (Transit Oriented Development). Banyak pengembang telah memburu lokasi di dekat stasiun transit. Untuk segmen milenial salah satu pertimbangan utama pemilihan properti adalah aksesibilitas, kemudahan transportasi menuju dan dari tengah kota atau tempat bekerja.

Kemungkinannya, tahun 2020 ini, atau selambatnya 2021, bisa menjadi titik bangkit sektor properti kembali. Demografis Indonesia, yang didominasi populasi usia muda dan produktif, serta pertumbuhan ekonomi domestic yang stabil akan tetap menjadi landasan utama untuk industri properti melaju kembali.

Sumber: vibiznews[dot]com
Editor: Z.B.Permadi

Exit mobile version