Fakta Dunia

Pertempuran Lugdunum, Pertempuran Terbesar Romawi

Seribu delapan ratus lima belas tahun yang lalu tepatnya tanggal 19 Februari 197 terjadi Pertempuran Lugdunum di mana Tentara Kaisar Romawi Septimius Severus dan perampas kekuasaan Romawi Clodius Albinus saling berperang untuk memperebutkan tahta Kekaisaran Romawi. Pertempuran itu juga disebut Pertempuran Lyon.

Pertempuran ini merupakan pertempuran yang paling besar, yang paling diperjuangkan, dan yang paling berdarah dari semua pertempuran di antara Pasukan Romawi. Negarawan sekaligus sejarawan asal Yunani dan Romawi yakni Cassius Dio, menempatkan jumlah yang terlibat sebanyak 150 ribu hingga 300 ribu bala pasukan.

Pertempuran itu meletus berawal dari adanya perjuangan pergantian tahta pasca pembunuhan Kaisar Pertinax yang disebut Tahun Lima Pertinax atau Year of the Five Emperors. Pertinax menjadi Kaisar Romawi hanya 3 bulan pertama di tahun 193. Terhitung dari tanggal 1 Januari sampai 28 Maret 193. Setelah Pertinax dibunuh, Didius Julianus memproklamirkan diri sebagai kaisar yang baru di Roma.

Di sisi lain, Septimius Severus membuat aliansi dengan komandan kuat legiun di Britannia yakni Clodius Albinus dengan maksud berjuang bersama mengalahkan Didius Julianus. Hanya dalam waktu 8 bulan, Kekaisaran Didius lengser di tangan Septimius Severus dan Clodius Albinus yang menjadikan Severus sebagai Kaisar Romawi yang baru.

Di masa Kekaisaran Severus, Severus berhasil mengalahkan gubernur Suriah, Pescennius Niger pada tahun 194 dan juga meluncurkan kampanye yang sukses di Timur setahun setelahnya. Yakni pada tahun 195. Severus juga melegitimasi kekuasaannya, menghubungkan dirinya dengan Marcus Aureluis dan membesarkan puteranya sendiri ke pangkat Caesar. Tindakan terakhir inilah yang mematahkan aliansi Severus dengan Albinus , yang dinyatakan sebagai musuh public oleh Senat. Hingga akhirnya Clodius Albinus membawa 40 ribu orang dalam tiga legiun dari Britania ke Gaul untuk mendirikan markas di Lugdunum. Pasukannya bergabung dan semakin besar setelah adanya kerjasama dengan Gubernur Hispania Tarraconensis, Lucius Novius Rufus. Dan Legio VII Gemina menjadi komandannya.

Menyadari Severus memiliki pasukan Danubia dan Jerman, Albinus menyerang lebih dulu tentara Jerman yang dikomandoi Virius Lupus agar mau bersekutu dengannya. Namun sekalipun berhasil mengalahkan mereka, Albinus tidak cukup tegas untuk menantang kesetiaan pasukan Jerman untuk ikut menentang Severus. Akhirnya Albinus menyerang Italia, tetapi Severus telah menghadangnya dengan memperkuat garnisun lewat Alpen dan Albinus pun terhalang. Hal itu dapat diketahui Severus karena pada musim dingin tahun 196 sampai 187 Severus mengumpulkan pasukannya di sepanjang Sungai Donau dan berbaris ke Gaul. Dari sana lagi Severus mengetahui bahwa Albinus telah melebarkan sayapnya untuk menyamai kekuatan pasukannya.

Hingga pada akhirnya, setelah penghadangan itu Severus di Alpen tentara Albius kembali ke Lugdunum dan terjadilah pertempuran besar yang disebut sebagai Pertempuran Lugdunum itu, dengan hasil akhir Severus lah yang berhasil menaklukan pasukan Albius setelah Albius dipastikan tewas dalam peperangan tersebut.

Sumber :

https://en.wikipedia.org/wiki/February_19

https://en.wikipedia.org/wiki/2001_Mars_Odyssey

Facebook Comments

Tulisan terkait

Bimata
Close