EdukasiFakta Dunia

Perang Sipil Suriah, Perang Paling Mematikan Ke 2 Di Abad 21

Perang Sipil Suriah merupakan sekuel dari Perang Saudara di Suriah yang berlangsung sejak 15 Maret 2011. Sudah hampir sembilan tahun perang ini berkecamuk. Kita bayangkan sendiri berapa jumlah korban akibat perang ini.

Peperangan ini terjadi karena adanya pro-gerakan Ba’ath di Suriah yang dipimpin oleh Bashar al-Assad (Presiden Suriah sejah 17 Juli 2000) untuk membentuk sekutu dalam dan luar negeri serta berbagai kekuatan domestic dan asing.

Perang ini menjadi perang yang amat mematikan kedua di abad ke 21 yang mengakibatkan kerusuhan di seluruh wilayah Suriah yang menjadikan ini sebagai bagian dari gelombang yang lebih luas dari protes Musim Semi Arab di tahun 2011 dimana berawal dari ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintahan Suriah dan beranjak menjadi sebuah konflik bersenjata setelah pemberontakan oleh warga sipil biasa (Revolusi Suriah) ditindas dengan keras.

Kerusuhan besar di Damaskus dan Aleppo mengawali Perang Sipil Suriah ini yang melibatkan Tentara Gratis Suriah (Free Syrian Army), Kelompok Jihad Salafi, Pasukan Demokrasi Suriah, Negara Islam Irak dan Levant, dan sejumlah negara di kawasan dan luar yang terlibat langsung atau memberikan dukungan kepada salah satu faksi yang terlibat (Iran, Rusia, Turki, Amerika Serikat, dan lainnya).

Beberapa Negara di dunia berkoalisi pada 2014 dan dipimpin oleh Amerika Serikat dengan tujuan untuk melawan ISIL dan pada akhirnya melakukan serangan udara terhadap ISIL serta terhadap target pemerintah dan pro-pemerintah.

Iran, Rusia dan Hizbullah pun berkoalisi mendukung Republik Arab Suriah dan Angkatan Bersenjata Suriah secara Militer. Mereka melakukan serangan udara dan operasi militer lainnya sejak September 2015 di mana di tahun yang sama Amerika Serikat Juga mendukung Federasi Demokratik Suriah Utara dengan memberikan persenjataan, SDF, material, finansial, dan logistic.

Turki ikut terlibat langsung dalam operasi melawan pemerintah Suriah sejak Agustus 2016, tidak hanya berpartisipasi dalam serangan udara terhadap ISIL di samping koalisi yang dipimpin Amerika Serikat, tetapi juga secara aktif mendukung oposisi Suriah dan menduduki petak besar Suriah barat laut sambil terlibat dalam pertempuran darat yang signifikan dengan SDF, ISIL, dan pemerintah Suriah.

Antara 2011 dan 2017, pertempuran dari Perang Sipil Suriah meluas ke Lebanon ketika lawan dan pendukung pemerintah Suriah melakukan perjalanan ke Lebanon untuk berperang dan menyerang satu sama lain di tanah Lebanon, dengan ISIL dan Al-Nusra juga melibatkan Tentara Lebanon. Selain itu, meski secara resmi netral, Israel telah menukar api dengan Hizbullah dan pasukan Iran, yang kehadirannya di Suriah barat daya dipandang sebagai ancaman. Israel juga telah melakukan serangan berulang di seluruh Suriah sejak awal perang, terutama menargetkan pasukan pemerintah Suriah dan yang diduga militan Iran dan Hizbullah.

 

Organisasi internasional telah mengkritik hampir semua pihak yang terlibat, termasuk pemerintah Suriah Ba’athist, ISIL, kelompok pemberontak oposisi, Rusia,  Turki, dan koalisi pimpinan AS atas pelanggaran HAM berat dan pembantaian. Konflik telah menyebabkan krisis di pengungsian yang amat besar yang di mana selama perang, sejumlah inisiatif perdamaian telah diluncurkan, termasuk pembicaraan perdamaian Jenewa pada 23 Februari dan 3 Maret 2017 di Suriah yang dipimpin oleh PBB, tetapi pertempuran terus berlanjut.

 

Sumber : Wikipedia
Editor :Adwin KS

 

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close