Fakta DuniaInfo Sains

AIR HANGAT DI BAWAH GLETSER ANTARKTIKA EFEKNYA MENGERIKAN

Telah ditemukan air hangat Letser Thwaites di Antartika oleh para ilmuwan. Air ini dapat mempercepat pencairan balok es seukuran Florida yang efeknya mengerikan karena berpotensi mempengaruhi kenaikan permukaan laut di seluruh dunia.

Gletser ini diperkiraan berukuran sama dengan Florida dan sangat rentan terhadap perubahan iklim dan lautan, dengan ketinggian 74.000 mil persegi

Menurut Kolaborasi Gletser Thwaites Internasional, dikutip dari USA Today, Senin (17/2/2020).Dengan ketinggian 74.000 mil persegi, gletser ini kira-kira berukuran sama dengan Florida dan sangat rentan terhadap perubahan iklim dan lautan.

“Air hangat di bagian dunia ini, sejauh mungkin kelihatannya, seharusnya berfungsi sebagai peringatan bagi kita semua tentang potensi perubahan mengerikan pada planet yang disebabkan oleh perubahan iklim,” kata David Holland, Direktur Universitas New York, Laboratorium Dinamika Fluida Lingkungan, yang melakukan penelitian.

“Jika perairan ini menyebabkan pencairan gletser di Antartika, perubahan permukaan laut akan terasa di bagian dunia yang lebih berpenghuni,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Live Science dalam tulisannya, Bongkahan es itu merupakan salah satu gletser yang paling cepat mencair di Antartika

Beberapa ilmuwan melihat Thwaites sebagai gletser yang paling rentan dan paling signifikan di dunia dalam hal kenaikan permukaan laut global di masa depan karena keruntuhannya akan menaikkan permukaan laut global, mungkin melebihi wilayah populasi yang ada, menurut New York University.

Selama 30 tahun terakhir, jumlah es yang mengalir keluar dari Thwaites dan gletser di sekitarnya hampir dua kali lipat. Setelah itu, pengeringan es dari Thwaites ke Laut Amundsen telah menyumbang sekitar 4% dari kenaikan permukaan laut global.

Keruntuhan gletser yang tak terkendali akan menyebabkan peningkatan permukaan laut yang signifikan sekitar dua kaki dan para ilmuwan ingin mengetahui seberapa cepat ini bisa terjadi.

Dikutip dari Liputan 6

Editor: WS

Facebook Comments

Tulisan terkait

Bimata
Close