HukumNasionalOpiniPolitik

Pansus Jiwasraya Gagal Terbentuk, DPR Tak Berdaya Hadapi Tekanan Istana?


Bimatanews.com, Jakarta — Direktur  Eksekutif Nurjaman Center Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, munculnya desakan partai politik yang masih bersikukuh ingin membentuk pansus kasus mega korupsi Jiwasraya yang kerugiannya mencapai Rp. 13,7 Triliun diharapkan tidak hanya sebatas menumpang ombak untuk menaikan popularitas partai. Pasalnya, mayoritas partai pendukung pemerintah telah bersepakat untuk membentuk panja dimana keputusan ini ditengarai pasca adanya pertemuan partai politik pendukung pemerintah dengan Jokowi di Istana beberapa waktu lalu.

“Kita sepakat permasalahan ini tidak cukup diselesaikan hanya oleh panja karena ruang lingkup kinerja dari panja sangat terbatas, sebaliknya sikap partai pendukung pemerintah yang hanya sebatas menyetujui pembentukan panja menunjukan seperti ada muatan politis terselubung seolah-olah ini adalah perkara mudah, padahal sejatinya disinilah ajang pembuktian kepada rakyat melalui kewenangan yang dimiliki DPR diharapkan motif yang selama ini masih abu-abu bisa dibuat lebih terang, karena tidak menutup kemungkinan kasus ini akan menyeret para tokoh besar yang saat ini berlindung dibalik kekuasaan”, tutur Jajat.

Jajat menegaskan, Dalam hal penegakan hukum korupsi, kita patut apresiasi kinerja dari Kejaksaan dibawah pimpinan S.T Burhanudin dengan keberaniannya mengungkap skandal korupsi besar pada Jiwasraya, sebaliknya melihat langkah politik yang dilakukan oleh parpol pendukung Jokowi ini seperti menunjukan hanya sebatas untuk memenuhi tekanan publik, padahal jika DPR serius tentu berbagai upaya yang sedang dilakukan Kejaksaan Agung dalam mengungkap kasus korupsi Jiwasraya ini akan semakin terbantu.

“Tidak adanya keseriusan dari partai politik untuk membantu mengungkap kasus korupsi Jiwasraya patut dipertanyakan, apakah ini murni demi kepentingan politis semata,atau memang karena ada tekanan dari Istana sehingga parpol menutup mata, sebaliknya seperti ada kekhawatiran dari Istana jika DPR akan membentuk Pansus karena berpotensi sebagaimana diketahui kinerja pansus cakupannya sangat luas dan kecurigaan selama ini apakah ada pihak yang terlibat dan berlindung dibalik kekuasaan semakin menguat dengan sikap parpol pendukung pemerintah yang ngotot cukup membentuk panja”, tutup Jajat

Facebook Comments

Tulisan terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bimata
Close