Politik

NCID Sebut Esensi Reuni 212 Adalah Keadilan

BIMATAnews.com, JAKARTA — Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, adalah wajar jika masih ada pihak yang mengkaitkan kegiatan aksi reuni 212 bermuatan politis. Pasalnya, beberapa waktu kebelakang pelaksanaan reuni 212 berdekatan dengan pelaksanaan pilkada dan pilpres 2019, namun jika saat ini masih mengaitkannya dengan kepentingan politis rasanya tidak tepat.

“Perlu dipahami secara seksama pada awal terjadinya gelombang aksi umat islam ini dilatarbelakangi keinginan adanya penegakan hukum atas dugaan pelanggaran hukum penistaan agama, bahkan dugaan tersebut terbukti dengan adanya putusan yang menyatakan jika Ahok yang saat itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta dinyatakan terbukti bersalah, ini esensi pentingnya dari gerakan tersebut yaitu menuntut keadilan” tutur Jajat.

Jajat menambahkan, jika kegiatan reuni aksi 212 2019 juga masih dianggap bermuatan politis tidak lagi relevan karena tidak lagi selarasas dengan kondisi saat ini mengingat pilkada dan pilpres telah usai, sebaliknya jika masih ada pihak yang menanggap seperti ini  patut diduga tidak lebih hanya menumpang eksis dimana aksi reuni 212 ini selalu menyedot perhatian masyarakat luas.

“Kita patut apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dimana pelaksanaan aksi reuni 212 selalu berjalan aman dan tertib, terlepas dari bermacam pandangan negatif lainnya, faktanya aksi yang di ikuti jutaan orang ini selalu meninggalkan kesan positif dan patut di contoh salah satunya selalu menjaga ketertiban dan tidak adanya pengrusakan fasilitas publik”, tutup Jajat.

Facebook Comments

Tulisan terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bimata
Close